Rabu, 04 Juni 2014
PRINSIP KERJA ALAT RADIOLOGI
01.30
No comments
Radiologi
(Roentgenology) merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan penggunaan
sinar X untuk kepentingan teraputik dan diagnosa. Roentgen (1843-1923)
menemukan sinar-x pada tahun 1895 yang kemudian dinamakan sebagai
Roentgenology.
Sinar-X untuk kepentingan Teraputik
Sinar-x sangat berbahaya bagi sel-sel hidup khususnya sel-sel
gonad dan sel-sel embrional yang belum dewasa. Sinar tersebut dapat
menyebabkan perubahan biologis baik somatik maupun genetik. Pada dosis
yang tinggi sinar tersebut dapat menyebabkan destruksi terhadap sel-sel
secara langsung dan sinar tersebut memiliki kemampuan khusus bagi
jaringan malignan. Kemampuan ini memiliki keuntungan pada penggunaan
sinar-x untuk tujuan terapi dan juga untuk pengobatan lesi malignan.
Sebuah alat yang dinamakan r-meter atau Roentgen-meter ditempatkan pada
alat sinar-x yang dapat digunakan sebagai menetapkan jumlah sinar-x yang
dikeluarkan oleh mesin sinar-x untuk mengobati tumor dan penyakit
lainnya. Ukuran kualitas sinar radiasi yang dikeluarkan diukur dalam
satuan „r“. Sejumlah unit dosis sinar-x yang terabsorbsi dinamakan rad.
Beberapa elemen seperti radium, bahan pewarna sinar-x dan elemen-elemen
ini dapat digunakan untuk kepentingan terapi seperti jarum Radium.
Sinar-x untuk Kepentingan Diagnostik
(Sejak
diketahui sinar-x dapat menembus masuk hampir setiap unsur meliputi
alumunium dan mampu untuk menghasilkan perubahan kimia pada film
fotografi maka dari itu dapat digunakan sebagai Radiografi.
Radiograf (gambar sinar-x) merupakan hasil fotografik yang
dihasilkan oleh sinar-x yang menembus objek atau tubuh dan di rekord
oleh film khusus.
Fluoroscopy (Radioscopy; screening): Meskipun sinar-x tidak dapat
terlihat oleh mata tetapi dapat menyebabkan beberapa unsur kimia seperti
(Kalsium tungstat, Barium sulfat, Seng sulfid, Seng cadmium sulfid,
Barium platinocyanida, dan sebagainya) menjadi bersinar atau dapat
terlihat. Layar fluoresen yang digunakan untuk tujuan ini terdiri dari
papan yang telah di mengandung kalsium tungstat. Sinar-x menembus tubuh
pasien dan ditangkap pada papan dan gambar kemudian dapat dilihat.
Keuntungan dari fluoroscopy adalah pergerakan organ dalam dapat
diobservasi secara langsung namun pada radiografi hanya gambaran
fotograf saja yang dapat dilihat. Fluoroscopy lebih banyak membantu pada
kasus dislokasi dan sebagainya.Tetapi kekurangannya adalah tidak
memberikan rekord yang permanen seperti layaknya radiograf dan meliputi
resiko radiasi tambahan kepada pasien dan pengamat dapat terekspose
sinar-x lebih lama. Namun terkadang fluoroscopy memiliki kepentingan
untuk mendiagnosa emfisema pulmoner dan gangguan perikardial yang dimana
pada radiograf tidak bisa memberikan hasil diagnostik yang baik.
Fluoroscopy pada emfisema pulmoner akan menampilkan diafragma yang datar
yang dimana tidak menunjukkan pergerakan inspirasi dan ekspirasi yang
normal. Gambaran jantung pada gangguan perikardial akan menunjukkan
pergerakkan sistolik dan diastolik yang normal tetapi hanya vibrasi
saja.
Sinar-x
Sinar-x
meliputi kategori gelombang elektromagnetik, panjang gelombang sinar-x,
yang diukur dalam satuan Angstrom Unit (AU). Satu AU sama dengan
1/100,000,000cm atau 1/10,000,000mm. Layaknya seperti sinar yang lain,
sinar-x bergerak dengan kecepatan 186,000 mil perdetik. Sebagai
perbandingan perbandingan panjang gelombang berbagai gelombang
elektromagnetik diterangkan dibawah ini.
Perbandingan Panjang Gelombang Beberapa Sinar
(a) Dalam Ukuran Angstrom Unit
Kurang dari 1/10 : Sinar-x yang digunakan untuk radiology
1/10 sampai ½ : Radiologi medis
½ sampai 25 : Sinar-x lemah
25 sampai 4,000 : Sinar UV
4,000 sampai 7,700 : Sinar lampu
7,700 sampai 10,000,000 AU
Atau : Sinar Infra Merah
7,700 sampai 1/1,000
(b) Dalam Satuan Meter
Mendekati 1/100 M : Gelombang mikro (radar)
Mendekati 1 M : Televisi
Mendekati 100 M sampai 1,000 M : Alat komunikasi
Mendekati 10,000,000 M : 60 siklus AC
Tabung Sinar-x
Sinar-x dihasilkan melalui arus listrik bervoltase tinggi.
Diperlukan 10 kilovolt untuk dapat menghasilkan sinar-x kemampuan
rendah. 30 sampai 100 KVP (kilovolt peak) atau lebih yang dibutuhkan
mesin untuk radiografi dan fluoroscopy. Mesin x-ray untuk kegunaan
radiasi teraputik tetap memerlukan voltase yang tinggi. (1 kilovolt=1000
volt)
Tabung sinar-x terdiri bola lampu hampa udara yang mengandung anoda
dan katoda yang terpisah dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Anoda
(+) dinamakan sebagai target dan katoda (-) dinamakan sebagai filamen.
Apabila listrik sudah mengalir elektron akan bergerak dari filamen dan
menghantam target dengan kekuatan penuh. Energi yang dikeluarkan
biasanya dikonversikan menjadi panas dan hanya sebagian (sekitar 1%)
yang menjadi sinar cahaya meliputi sinar-x.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar